Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

Teman Biru


Senja yang buram, aku termenung sambil sibuk menekan tuts keyboard dan sesekali melirik ke telfon genggamku. Menunggu sebuah pesan singkat dari seorang teman. Aku tidak tahu harus memberi sebutan yang tepat untuknya, “rekan”? “kerabat”? atau “orang asing”? Yang jelas bukan ketiganya, maka untuk lebih mudahnya aku mengatakannya teman. Ia ada hanya pada saat aku dibutuhkan, semu saat aku membutuhkan ia. Secara teori, sebagai seorang teman kami baiknya saling mengisi kekurangan satu sama lain. Tapi yang ini berbeda, hanya aku yang bisa mengisi jam pasirnya. Entah aku bisa disebut “dungu”, “tolol”, “bodoh”, atau “lugu”, tapi aku sendiri sebenarnya sering mengabaikan sebuah petuah dari temanku yang lain.